ENTREPRENEURSHIP

PENGETAHUAN ENTREPRENEURSHIP


PENGETAHUAN ENTREPRENEURSHIP

Oleh: Giyanto
Banyak buku beredar tentang entrepreneurship (kewirausahaan) di toko-toko. Namun, apabila kita amati, kebanyakan buku tersebut mengulas tentang bagaimana menjadi entrepreneur (pengusaha) yang sukses.  Minim sekali yang mencoba menjelaskan tentang apa itu entrepreneurship dan apa pentingnya menjadi entrepreneur.
Berdasarkan pengalaman saya yang memang belum banyak dan bersumber pada literatur yang terbatas, kali ini saya mencoba menjelaskan sekilas mengenai kewirausahaan tersebut.
Entrepreneur dan entrepreneurship sama-sama berasal dari kata dasar “enterprise” yang  berarti “keberanian memulai usaha”. Bahasa spanyol menyebutnya empresa, sedangkan kita seringkali menyebut dengan istilah di atas, selain juga wiraswasta atau pengusaha.  Istilah entrepreneur baik yang dijumput dari bahasa Inggris maupun Prancis berasal dari  bahasa Latin In prehendo-endi-ensum, yang bisa diartikan sebagai: “menemukan (to discover), mengamati (to see), merasakan (to perceive), menyadari (to realize), menangkap (to capture).  Apabila ditelisik dari sejarah munculnya istilah tersebut, yaitu kembali ke sekitar abad pertengahan di Prancis, kata tersebut berkaitan dengan orang-orang yang ditunjuk untuk mengerjakan proyek bangunan katredal (de Soto, 2008:16).
Dalam pengertian yang luas, seorang entrepreneur adalah setiap orang yang bertindak untuk mengubah atau memanipulasi kondisi sekarang dan meraih tujuan di masa depan dalam bidang kewirausahaan.  Konsepsi  tentang usaha (enterprise) berkait erat dengan persoalan sikap yang secara terus menerus ingin mencari, menemukan dan menciptakan tujuan-tujuan dan cara-cara yang baru. Dalam pengertian yang sempit, entrepreneurship berarti upaya untuk menemukan dan mendapatkan peluang untuk mencapai tujuan, atau memperoleh keuntungan, dan berusaha bertindak agar mendapatkan keuntungan dari peluang yang tersedia di dalam lingkungannya.
Definisi di atas menyiratkan bahwa ciri terpenting dari entrepreneurship usaha mencari atau menciptakan pengetahuan atau informasi baru. Artinya, kendala terbesar entrepreneurship bukanlah terletak pada hal-hal yang berkaitan secara  materiil—walaupun seringkali berawal dari kondisi persoalan materiil—melainkan justru pada bagaimana menciptakan pengetahuan—yang non materiil—yang dianggap mampu untuk digunakan dalam usaha memperoleh barang-barang atau hal yang materiil  guna memenuhi tujuan atau hasrat seseorang. Dengan kata lain, hal-hal materiil sebenarnya hanyalah sekadar efek samping dari terciptanya pengetahuan atau informasi entrepreneurship.
Namun, pengetahuan entrepreneurship tidaklah seperti jenis pengetahuan ilmiah yang bersifat akademis, teoritis, statis, atau seperti rumus-rumus dalam ilmu fisika ataupun matematika. Jenis pengetahuan terkait entrepreneurship merupakan jenis pengetahuan praktis. Bahkan seringkali, dari berbagai pengalaman, seorang entrepreneur biasanya ialah orang-orang yang tidak cukup sukses prestasinya di kelas-kelas formal.  Seseorang tidak harus “cerdas” dalam pengertian akademik agar dapat menjadi seorang entrepreneur, tapi dia harus “cerdas” dalam pengertian yang lebih luas.
Ini bukan berarti bahwa pengetahuan ilmiah akademik tidak penting bagi seorang entrepreneur. Hubungan pengetahuan ilmiah akademik dengan pengetahuan praktis entrepreneurship sangat kompleks. Semisal, hasil penelitian yang menghasilkan temuan obat-obatan atau riset ilmiah teknologi bisa jadi belum dapat bernilai/dinilai sebagai hal yang berharga bagi masyarakat apabila belum ada seorang entrepreneur/pengusaha yang “menemukannya” dari seorang ilmuwan  kemudian memasarkannya ke masyarakat atau pasar.
Sebaliknya, pengetahuan praktis dapat menjadi basis atau obyek penelitian dari pengetetahuan ilmiah teoritik/akademik.  Sebagai contoh, seorang ahli/praktisi terjun payung tidak harus mengetahui hukum gravitasi agar mampu memperoleh pengetahuan praktis tentang terjun payung, namun kemampuannya bisa jadi dimanfaatkan sebagai basis dan obyek penelitian ahli fisika teoritis dalam mengukur hubungan lebar parasut dengan kecepatan gaya gravitasi.
Menurut de Soto (2008:17), setidaknya ada enam ciri istimewa yang cukup mendasar dari pengetahuan entrepreneurship.  Pertama, pengetahuan ini lebih bersifat subyektif dan praktis, yang berarti langsung dapat dipraktikkan, ketimbang ilmiah obyektif. Kedua, pengetahuan ini bersifat pengetahuan khusus, alias ekslusif.  Artinya, seorang pelaku biasanya hanya memiliki keahlian khusus tertentu agar dirinya dapat berperan dalam sistem ekonomi di pasar atau masyarakat. Keempat, pengetahuan entrepreneurship selalu menyebar ataru tersebar di dalam seluruh benak masyarakat atau pelaku pasar. Keempat, pengetahuan ini tidak terartikulasikan/terucap secara jelas—atau dalam istilah yang agak puitis: dia membisu.  Yang kelima, pengetahuan tersebut diciptakan dari ruang kosong (ex nihilo), tepatnya melalui kegiatan entrepreneurship. Yang terakhir, pengetahuan tersebut dapat menyebar melalui proses sosial yang kompleks, kebanyakan tanpa disadari.
Nah, setelah sedikit mengulas tentang apa itu entrepreneurship dan ciri pengetahuan entrepreneurship, saya akan menuju pada penjelasan berikutnya: mengapa atau apa pentingnya menjadi entrepreneur?
Banyak alasan untuk menjadi entrepreneur.  Sebagian biasanya karena ingin menjadi kaya. Sebagian lagi, dengan alasan yang lebih idealis, bisa jadi ingin mengentaskan kemiskinan dalam masyarakat ataupun sebuah bangsa. Sebagian barangkali ingin menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain atau umat manusia. Sebagian bisa jadi karena sekedar menyalurkan hobi.
Bagi saya pribadi, menjadi entrepreneur berarti gairah akan memahami arti penting kebebasan. Kalau Anda jadi pengusaha, Anda bebas untuk menentukan hari libur Anda sendiri, bebas memilih membelanjakan apa yang Anda dapatkan, bebas dari tekanan atasan atau bahkan orang tua—karena satu-satunya atasan seorang entrepreneur adalah konsumen/pelanggannya.
Sebenarnya, tidaklah terlalu penting apapun alasannya—walaupun tingkat motivasi seringkali berpengaruh terhadap konsistensi dalam menjalankan usaha.  Faktanya, dunia kehidupan manusia tidak berjalan linear. Dengan kata lain, saya tidak akan tahu pasti apa yang akan terjadi kelak. Misal, walaupun sekarang Anda kuliah di jurusan geografi, apakah hal tersebut akan selalu menjamin bahwa di masa mendatang anda tetap berprofesi sebagai ahli geografi? Bayangkan, apakah dua puluh tahun lagi Anda akan tetap menjadi geograf demi menghidupi orang-orang yang Anda sayangi?
Bukan maksud saya meremehkan ilmu geografi. Saya sangat senang dengan ilmu geografi—dan seringkali membaca serta membeli Majalah National Geographic.  Namun sebagai seorang yang “normal”, pastinya saya akan lebih bersikap realistis daripada harus meyakini secara membabi buta bahwa kehidupan saya akan sepenuhnya bersandar pada keilmuwan akademik saya. Dengan kata lain, saya menyadari sepenuhnya arti penting memahami perbedaan manfaat dari pengetahuan ilmiah akademik dan pengetahuan praktis entrepreneurship.
Tanpa memahami perbedaan akan dua jenis pengetahuan tersebut, bisa jadi dalam sistem kapitalistik yang setengah-setengah sekarang ini, Anda atau saya hanya akan menjadi penonton, bukannya pemain yang kreatif. Bahkan  bisa jadi, suatu saat, karena Anda dan saya kurang/tidak kreatif, akan menjadi obyek penelitian kemiskinan. J
Dalam sudut pandang kemasyarakatan, entrepreneur memiliki peran yang sangat penting bagi perubahan dan kemajuan masyarakat.  Entrepreneur adalah tokoh revolusioner yang jarang tersorot secara jelas di media masa. Karena pengetahuan praktis kewirausahaanlah, saya dan Anda dapat menikmati keberlimpahan yang kita rasakan sekarang ini. Karena entrepreneur-lah, dunia terasa menjadi sangat dekat dan waktu dijalani dengan penuh keberlimpahan fasilitas. Anda dan saya mudah berpergian, mudah berkomunikasi dan semakin mudah melakukan hal-hal yang dulu sempat dianggap tidak mungkin dilakukan. Seberapa sering kaum radikal kiri Marxis menghujat para entrepreneur atau pengusaha, tetap saja dalam tindakan mereka, mereka akan selalu membutuhkan kemampuan entrepreneurship.
Saya sering menganalogikan seorang entrepreneur, apabila dalam permainan sepak bola, ibarat seperti para pemain tengah. Tugas pemain tengah dalam sepak bola adalah  menyuplai bola untuk para penyerang, merebut/mencuri bola apabila bola berada di wilayah pertahanan kemudian dibawa ke lini tengah dan lini depan. Sehingga seorang pemain tengah akan selalu rajin untuk mencari kemudian mengumpan bola (walaupun sayangnya, yang sering kebagian popularitasnya adalah para penyerang J). Ambilah contoh seorang Bill Gates, secara sadar atau tidak, pada saat dia “membajak” atau “mencuri” pengetahuan dari perusahaan Apel Computer serta IBM, dirinya telah menciptakan perubahan yang luar biasa terhadap perkembangan dunia teknologi, hingga akhirnya berdampak juga pada kehidupan masyarakat.  Begitu banyak contoh-contoh terkait kesuksesan dari pengusaha-pengusaha populer, Anda tinggal membaca cerita-cerita sukses para pengusaha di toko-toko buku terdekat, karena persoalan tersebut bukanlah fokus dari tulisan ini.
Kemudian, pertanyaan terakhir adalah, bagaimana cara memulai usaha? Jelasnya, tidak ada rumus pasti di sini. Namun demikian, saran saya, belajarlah pada orang-orang terbaik dalam bidangnya berdasar minat pengetahuan praktis Anda sendiri.


Referensi
Huerta de Soto.  2008. The Austrian School: Market Order and Entrepreneurial Creativity. Northampton: Edward Elgar

http://akaldankehendak.com/?p=487

TREN INTREPRENEUR

Penelitian Bisnis, Keahlian yang Wajib Dimiliki Entrepreneu


1350538579361060761
http://blog.howtodobusiness.com
Yap, wajib! Wajib dalam pengertian bahwa ilmu Penelitian Bisnis (Business Research) harus diketahui, dipahami dan diamalkan oleh setiap entrepreneur, mulai dari pedagang keliling jalan kaki hingga ke pedagang yang duduk di kursi empuk di kantor mewah dalam gedung bertingkat sekian-sekian ^_^
Tujuan dasar perdagangan adalah terjualnya produk (barang atau jasa) yang dijual. Tujuan ini memunculkan pertanyaan bagaimana caranya agar yang dijual terjual. Jawabannya banyak sekali, namun semuanya pasti melalui langkah awal yaitu Penelitian Bisnis, mulai dari penelitian yang dilakukan secara sederhana hingga penelitian yang bersifat kompleks.
Hasil Penelitian Bisnis ini digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan yang merupakan cirikhas utama pengambil keputusan yang baik (Gambar 1). Diterapkan dalam Perencanaan Bisnis (Business Plan) yang akan dimulai atau yang sedang berjalan.
Penelitian Bisnis terdiri atas dua berdasarkan lokasi dilakukannya penelitian yaitu Penelitian Bisnis Internal (PBI) dan Penelitian Bisnis Eksternal (PBE). Penelitian Bisnis bermanfaat untuk mengetahui aspek-aspek yang menghilangkan kendala-kendala, meningkatkan efektivitas, efisiensi , dan tercapainya tujuan/target proses produksi (melalui PBI) dan proses pemasaran (melalui PBE).
13505404851454767914
Hierarki pengambil Keputusan
Karakteristik ideal Penelitian Bisnis yang baik:
  1. Memiliki tujuan yang detail dan dapat diukur

  2. Metode penelitian yang dilakukan realistis, terencana, dan dapat dijabarkan secara mendetail

  3. Menentukan batasan atau skup penelitian yang jelas

  4. Menggunakan data primer (data yang diperoleh langsung dari “lapangan”) dan data sekunder (informasi yang diperoleh dari pengalaman sendiri dan orang lain, informasi yang diperoleh dari berbagai media massa dan dari institusi yang terkait dengan penelitian yang dilakukan.

  5. Hasil penelitian tidak bersifat ambigu dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis yang efektif dan efisien.
Hasil Penelitian Bisnis yang baik dapat digunakan untuk membuat keputusan-keputusan bisnis yang realistis, dapat diukur, sangat efektif dan efisien. Secara umum hasil penelitian ini dapat mempermudah dalam merealiasasikan tercapainya tujuan bisnis.
Hal ini sudah saya buktikan sendiri dalam bisnis produksi nata de coco yang saya lakukan.
Hasil dari PBI yang saya lakukan misalnya dalam mengetahui tingkat kegagalan produksi, penyebab dan cara mengatasinya, mengetahui kinerja tenaga kerja, dan dalam penghematan bahan-bahan baku yang digunakan tanpa mengurangi jumlah terget produksi.
Sedangkan PBE yang saya lakukan misalnya mengatasi kendala dalam proses pengiriman produk, hubungan dengan pelanggan tetap, mencari pembeli-pembeli baru, dan mencari kemungkinan pengembangan produk nata de coco.
Well Dear Readers…
Demikianlah sedikit pengalaman yang saya peroleh dari bisnis yang saya lakukan, dari hasil studi buku-buku manajemen bisnis dan dari berbagai media massa.
Semoga bermanfaat
Salam Hangat Sahabat Kompasianers ^_^
[-Rahmad Agus Koto-]
Referensi Utama:
Business Research Methods, 9th Ed. Donald R. Cooper and Pamela S. Schindler. McGraw Hill International Edition 2006.

 http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2012/10/18/penelitian-bisnis-keahlian-yang-wajib-dimiliki-entrepreneur-502583.html

SEJARAH JOMBANG

INFO JOMBANG 
Lambang Kapubaten Jombang
Motto
Jombang Beriman


Hari jadi
1910 (fakta)
1950
(hukum)
Dasar hukum
UU No. 12/1950
Pemerintahan
 - Bupati
Drs. H. Suyanto
 - DAU
Rp. 664.825.242.000,-(2011)
Luas
1.159,50 km2
Populasi
 - Total
1.201.557 jiwa (2010)
 - Kepadatan
1.036,27 jiwa/km2
Demografi
 - Bahasa
Pembagian administratif
 - Kecamatan
21
 - Kelurahan
306
 - Situs web                       

Jombang adalah kabupaten yang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Timur. Luas wilayahnya 1.159,50 km², dan jumlah penduduknya 1.201.557 jiwa (2010), terdiri dari 597.219 laki-laki dan 604.338 perempuan. Pusat kota Jombang terletak di tengah-tengah wilayah Kabupaten, memiliki ketinggian 44 meter di atas permukaan laut, dan berjarak 79 km (1,5 jam perjalanan) dari barat daya Kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur. Jombang memiliki posisi yang sangat strategis, karena berada di persimpangan jalur lintas selatan Pulau Jawa (Surabaya-Madiun-Jogjakarta), jalur Surabaya-Tulungagung, serta jalur Malang-Tuban.
Jombang juga dikenal dengan sebutan Kota Santri, karena banyaknya sekolah pendidikan Islam (pondok pesantren) di wilayahnya. Bahkan ada pameo yang mengatakan Jombang adalah pusat pondok pesantren di tanah Jawa karena hampir seluruh pendiri pesantren di Jawa pasti pernah berguru di Jombang. Di antara pondok pesantren yang terkenal adalah Tebuireng, Denanyar, Tambak Beras, dan Darul Ulum (Rejoso).
Banyak tokoh terkenal Indonesia yang dilahirkan di Jombang, di antaranya adalah mantan Presiden Indonesia yaitu KH Abdurrahman Wahid, pahlawan nasional KH Hasyim Asy'ari dan KH Wahid Hasyim, tokoh intelektual Islam Nurcholis Madjid, serta budayawan Emha Ainun Najib, dan seniman Cucuk Espe.
Konon, kata Jombang merupakan akronim dari kata berbahasa Jawa yaitu ijo (Indonesia: hijau) dan abang (Indonesia: merah). Ijo mewakili kaum santri (agamis), dan abang mewakili kaum abangan (nasionalis/kejawen). Kedua kelompok tersebut hidup berdampingan dan harmonis di Jombang. Bahkan kedua elemen ini digambarkan dalam warna dasar lambang daerah Kabupaten Jombang.

Sejarah
Penemuan fosil Homo mojokertensis di lembah Sungai Brantas menunjukkan bahwa seputaran wilayah yang kini adalah Kabupaten Jombang diduga telah dihuni sejak ratusan ribu tahun yang lalu.
Tahun 929, Raja Mpu Sindok memindahkan pusat Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, diduga karena letusan Gunung Merapi atau serangan Kerajaan Sriwijaya. Beberapa literatur menyebutkan pusat kerajaan yang baru ini terletak di Watugaluh. Suksesor Mpu Sindok adalah Sri Isyana Tunggawijaya (947-985) dan Dharmawangsa (985-1006). Tahun 1006, sekutu Sriwijaya menghancurkan ibukota kerajaan Mataram dan menewaskan Raja Dharmawangsa. Airlangga, putera mahkota yang ketika itu masih muda, berhasil meloloskan diri dari serbuan Sriwijaya, dan ia menghimpun kekuatan untuk mendirikan kembali kerajaan yang telah runtuh. Bukti petilasan sejarah Airlangga sewaktu menghimpun kekuatan kini dapat dijumpai di Sendang Made, Kecamatan Kudu. Tahun 1019, Airlangga mendirikan Kerajaan Kahuripan, yang kelak wilayahnya meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali; serta mengadakan perdamaian dengan Sriwijaya.
Pada masa Kerajaan Majapahit, wilayah yang kini Kabupaten Jombang merupakan gerbang Majapahit. Gapura barat adalah Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, sedang gapura selatan adalah Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng. Hingga ini banyak dijumpai nama-nama desa/kecamatan yang diawali dengan prefiks mojo-, di antaranya Mojoagung, Mojowarno, Mojojejer, Mojotengah, Mojongapit, dan sebagainya. Salah satu peninggalan Majapahit di Jombang adalah Candi Arimbi di Kecamatan Bareng.
Menyusul runtuhnya Majapahit, agama Islam mulai berkembang di kawasan, yang penyebarannya dari pesisir pantai utara Jawa Timur. Jombang kemudian menjadi bagian dari Kerajaan Mataram Islam. Seiring dengan melemahnya pengaruh Mataram, Kolonialisasi Belanda menjadikan Jombang sebagai bagian dari wilayah VOC pada akhir abad ke-17, yang kemudian sebagai bagian dari Hindia Belanda. Etnis Tionghoa juga berkembang; Kelenteng Hong San Kiong di Gudo, yang konon didirikan pada tahun 1700 masih berfungsi hingga kini. Hingga kini pun masih ditemukan sejumlah kawasan yang mayoritasnya adalah etnis Tionghoa dan Arab.
Tahun 1811, didirikan Kabupaten Mojokerto, di mana meliputi pula wilayah yang kini adalah Kabupaten Jombang. Jombang merupakan salah satu residen di dalam Kabupaten Mojokerto. Bahkan Trowulan (di mana merupakan pusat Kerajaan Majapahit), adalah masuk dalam kawedanan (onderdistrict afdeeling) Jombang.
Alfred Russel Wallace (1823-1913), naturalis asal Inggris yang memformulasikan Teori Evolusi dan terkenal akan Garis Wallace, pernah mengunjungi dan bermalam di Jombang ketika mengeksplorasi keanekaragaman hayati Indonesia.
Tahun 1910, Jombang memperoleh status Kabupaten, yang memisahkan diri dari Kabupaten Mojokerto, dengan Raden Adipati Arya Soeroadiningrat sebagai Bupati Jombang pertama.[6] Masa pergerakan nasional, wilayah Kabupaten Jombang memiliki peran penting dalam menentang kolonialisme. Beberapa putera Jombang merupakan tokoh perintis kemerdekaan Indonesia, seperti KH Hasyim Asy'ari (salah satu pendiri NU dan pernah menjabat ketua Masyumi) dan KH Wachid Hasyim (salah satu anggota BPUPKI termuda, serta Menteri Agama RI pertama).
Undang-undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Jawa Timur mengukuhkan Jombang sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur.

Refrensi :

17 Februari 2011. Diakses pada 23 Mei 2011.

Depdagri.go.id. Diakses pada 24 Juli 2011.

Webdesign-jatim.com. Diakses pada 21 Juli 2011.

Info-jombang.tripod.com. Diakses pada 24 Juli 2011.

Visitjombang.com. Diakses pada 24 Juli 2011.

Jombangkab.go.id. Diakses pada 24 Juli 2011.

Kotaku. nurul333.student.umm.ac.id. Diakses pada 24 Juli 2011.

Penduduk Etnis dan Bahasa. Visitjombang.com. Diakses pada 24 Juli 2011.

Agama Penduduk. Visitjombang.com. Diakses pada 26 Juli 2011.

Kode Area Telpon Propinsi Jawa Timur. Salamsalam.org. Diakses pada 24 Juli 2011.

Media massa dan Komunikasi di Jombang". info-jombang.tripod.com. Diakses pada 24 Juli 2011.

Tirta Wisata Jombang". Wisatanesia.com. 1 Mei 2010. Diakses pada 24 Juli 2011.

TANAMAN JOMBANG


TANAMAN JOMBANG


            Jombang sangat terkenal dengan sebutan kota santri, dimana pondok pesantren diseluruh negri, hampir semua pendiri pondok pesantren tersebut alumni lulusan dari pondok pesantren Jombang. Bagai mana dengan tanaman Jombang, yang mengandung manfaat mulai dari daun, bunga dan akar, untuk lebih jelasnya silakan baca tulisan dibawah ini.
Taraxacum officinale 


 
Rumpun jombang dengan bunga (kuning) dan karangan buah (putih).

Uraian Tanaman taraxacum officinale merupakan tanaman semak berumpun, berbatang semu atau tidak berbatang, akar tunggang, kuning kecoklatan. Daunnya tunggal, duduk daun membentuk roset akar, lonjong, tepi berlekuk, pangkal berpelepah, putih, pertulangan menyirip, hijau. Bunga berbentuk majemuk, berumpun, bertangkai, berbulu jarang, berlubang, beralur dan berpelindung, tersusun seperti sisik, bentuk bongkol, mahkota bentuk cakram, pangkal rambut lebat, hijau muda. Buah berbentuk tabung putih. Biji berupa padi, pipih memanjang, berusuk berambut halus seperti beludru kuning (Syamsuhidayat and Johny, 1991).
Tanaman jombang mempunyai nama latin Taraxacum officinale adalah herba pendek, berbunga kuning dengan daun lebar mendatar dan tepinya berlekuk-lekuk. Bunganya sebetulnya adalah sekumpulan bunga kecil yang berkarang pada satu bongkol bunga, yang merupakan ciri khas suku kenikir-kenikiran (Asteraceae). Tanaman ini tumbuh pesat dan liar di kawasan lereng gunung, lapangan maupun di pinggir jalan yang yang berhawa sejuk. Tanaman Jombang berasal dari Eropa dan Asia Barat namun telah tersebar ke banyak tempat, bahkan kadang-kadang mendominasi suatu padang terbuka. Tanaman Jombang dapat memperbanyak diri secara aseksual.
Bentuk daun tanaman Jombang bergerigi, mempunyai warna hijau agak terang dan bunganya bewarna kuning, mirip dengan bunga ChrysantTanaman ini mempunyai tinggi mencapai 10 hingga 25 cm. Di seluruh bagiannya mengandung cairan seperti susu. Pada pangkal daun agak sempit sekitar 6 sampai 15 cm, mempunyai lebar 2 sampai 4 cm. Seluruh permukaan daunnya yang hijau dilapisi dengan rambut halus lembut berwarna putih.
Seluruh tanaman Jombang bermanfaat, mulai dari daun, batang hingga akarnya. Tanaman Jombang mempunyai rasa manis dan pahit. Sifat tanaman yang dingin ini berfungsi memperkuat hati (liver) dan lambung. Selain itu tanaman Jombang juga berfungsi sebagai anti biotik, anti radang, menghilangkan bengkak, menghancurkan sumbatan, peluruh kencing (diurentik kuat), membersihkan panas dan racun, serta meningkatkan produksi empedu.
Tanaman ini mengandung Vitamin C tak heran kalau bunganya pun juga juga di pakai sebagai pewarna minuman. Daun Jombang juga bisa di makan mentah-mentah atau istilah orang Jawa sebagai lalapan (tentunya pakai bumbu kelapa di sangrai, manfaatnya untuk meningkatkan Trombosit dalam darah serta anti Kanker yang berfungsi sebagai antibody.
Caranya ambil daun Jombang yang masih segar sekitar 30-60 gram, kemudian rebus daun Jombang yang telah di cuci bersih kedalam panci dengan air kira-kira 3 gelas selama kurang lebih 4 jam dengan api kecil. Direbus selama 4 jam bertujuan untuk memberi proses etraksi pada obat. Rebusan air Jombang tidak hanya di konsumsi bagi orang yang sakit saja, akan tetapi bagi orang yang sehat juga bisa mengkonsumsinya, berfungsi untuk menigkatkan daya tahan tubuh serta meningkatkan sel darah putih. Lain halnya dengan akarnya, memang sih agak sedikit pahit, tapi mempunyai khasiat sebagai anti toksin, peluruh kencing, pereda panas, penguat lambung, meningkatkan nafsu makan, melancarkan pengeluaran ASI, serta menurunkan kadar gula darah. Untuk akarnya tidak dapat di konsumsi sebagai lalapan. Caranya sama, dengan di rebus. Sebaiknya rebusan akar tadi di minum dengan dosis 1 gelas 2X minum.

Berbagai Manfaat dan Khasiat Tanaman Jombang
Negeri ini sangat kaya dengan berbagai macam tumbuhan berkhasiat dan karenanya dapat dijadikan sebagai obat. Tanahnya yang subur dan hutannya yang kaya menjadikan Indonesia sebagai daerah tropis yang sarat dengan tetumbuhan yang dapat dimanfaatkan untuk herbal pengobatan berbagai macam penyakit, dari ringan sampai berat sekalipun.
Tanaman Jombang misalnya, yang biasanya banyak tumbuh di daerah lereng pegunungan, lapangan rumput, dan sisi jalanan daerah yang memiliki hawa sejuk. Tanaman yang memiliki ketinggian antara 10-25 cm ini disinyalir memiliki kandungan yang banyak bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia. Tanaman ini memiliki daun tunggal, ujungnya runcing, pangkalnya menyempit menyerupai tangkai daun, dan juga berbunga tunggal.
Tanaman Jombang ini memiliki rasa yang manis, bersifat dingin dan terasa sedikit ada rasa pahit. Jombang berkhasiat sebagai toksik pada liver dan darah. Selain itu, banyak yang menyebut bahwa Jombang juga memiliki khasiat anti-biotik, menghilangkan bengkak, menghancurkan berbagai sumbatan, antiradang, peluruh kencing, membersihkan panas dan racun serta dapat meningkatkan produksi empedu di dalam tubuh.
Sementara akar Jombang banyak digunakan untuk antitoksik dan dapat membantu kinerja hati dan kandung empedu untuk mengeluarkan zat sisa-sisa metabolisme, dan juga merangsang ginjal untuk mengeluarkan racun. Jombang mengandung banyak zat kimia mulai dari kholine, inulin, pectin, koumestrol, dan juga asparagin.
Sedangkan pada bagian akarnya mengandung taraxicin, tarxasterol, stigmasterol, choline, pectin, inulin, kalsium, glukosa dan juga fruktosa. Pada bagian daunnya mengandung violaxanthine, tanin, kalium, natrium, kalsium, copper, choline, fosfor, silicon dan juga vitamin A, B1, B2, C dan vitamin D. Dan pada bagian bunganya mengandung arnidiol dan flavoxanthin.

Manfaat Tanaman Jombang
Taraxacum officinale memiliki berbagai macam kegunaan antara lain sebagai antitumor, antineoplastik (Koo et al., 2004 ; Sigstedt et al., 2008), antiinflamasi (Jeon et. al., 2007), cholague (Vogel, 1977), imunostimulan (Luo, 1993), anti diabetes (Petlevski et al., 2001), antidiuretik (Clare, 2009)
Dan berikut merupakan manfaat dari herba Jombang:
  1. Infeksi dan batu saluran kencing.
  2. Diare dan disentri.
  3. Berbagai macam peradangan seperti radang tenggorokan, radang mata merah, radang akut, radang panggul, radang hati, radang empedu, dan juga abses payudara.
  4. Sakit maag dan juga tidak nafsu makan.
  5. Kurang darah atau anemia.
  6. Kencing manis.
  7. Pembesaran prostat.
  8. Berbagai jenis kanker seperti kanker leher rahim, kanker paru-paru, kanker payudara.
  9. Bercak-bercak hitam di muka.
  10. Tumor pada sistem pencernaan.
Sedangkan pada akar tanaman Jombang biasanya digunakan untuk:
  1. Infeksi kandung empedu.
  2. Memperbanyak air susu ibu (ASI).
  3. Memperlancar buang air besar.
  4. Penyakit kulit.
  5. Reumatik.
Cara Pemakaian Tanaman Jombang
Untuk memanfaatkan Jombang sebagai obat, caranya cukup mudah. Untuk obat yang diminum, Anda bisa mengambil tanaman Jombang kemudian rebus dan tumbuk sekitar 30 gram herba segar, lalu peras. Untuk mengobati penyakit kanker, tumor dan beragam penyakit berat lainnya, sebaiknya dosisnya diperbanyak sampai 60 gram.
Untuk penggunaan akarnya, biasanya di beberapa negara, akar Jombang tersebut dikeringkan kemudian digiling sampai halus. Kalau sudah kering, ambillah 1-2 sendok teh kemudian seduhlah dengan air panas. Kalau diperlukan, Anda bisa menambahkan air perasan jeruk nipis untuk mengubah rasanya menjadi lebih enak dan tidak kesat.
Kalau dimaksudkan untuk pemakaian luar, gilinglah herba segar atau akar sampai halus. Setelah itu, kemudian bubuhkan di tempat yang sakit seperti bisul yang bengkak, payudara yang bengkak atau pada luka bakar atau Anda juga bisa menggunakan daun Jombang yang direbus, kemudian airnya digunakan untuk mandi atau menguapkan wajah.
Cara tersebut sangat bermanfaat untuk menyegarkan tubuh dan memelihara kulit wajah dari timbulnya flek hitam dan jerawat. Dengan beragam khasiat yang dimiliki oleh tanaman Jombang ini, sepatutnya kita sudah bisa memaksimalkan manfaat yang dipunyai oleh tanaman yang satu ini.
Sudah saatnya meminimalkan penggunaan obat-obatan kimia yang justru kalau penggunaannya dalam jangka panjang malah bisa menimbulkan efek samping yang bekemungkinan malah memperburuk kesehatan Anda.

Kandungan kimia dan Manfaat tanaman
Taraxacum officinale mengandung polisakarida dalam jumlah banyak utamanya fruktosa dan inulin, dalam jumlah sedikit pektin, peptin, resin dan musilago, dan berbgai flavonoid. Tiga jenis glikosida flovonoid yaitu luteolin 7-glukosida dan luteolin 7-diglukosida disolasi dari daun dan bunga daun Jombang (Cordatos, 1992). Tanaman Taraxacum officinale juga mengandung asam kafeat, asam kicorat, pollinastanol, taraksasterol, tarakserol, flavosanthin, lutein 5,6-epoksida, isorhamnetin 3,7-diglukosida, ixerin D, deepoksineosanthin, 11-beta,13-dihidrolaktusin (Taylor and Francais, 1999).

Penelitian tentang Taraxacum officinale
Taraxacum officinale memiliki aktivitas antiinflamasi, antiangiogenesis melalui penghambatan produksi nitrit oksida (NO) dan ekspresi COX-2 (Jeon et. al., 2007). Penghambatan ini karena adanya kandungan luteolin dan luteolin-7-O-glukosida (Chun and David, 2004). Pada konsentrasi kurang dari 20 M ekstrak etanolik bunga Taraxacum officinale mempunyai kemampuan sebagai antioksidan in vitro dan mempunyai aktivitas sitotoksik pada sel Caco-2, serta mampu menghambat ekspresi NO dan PGE2 pada sel makrofag RAW 264.7 teraktivasi oleh lipopolisakarida (Chun Hu et al., 2005). Selain itu juga ekstak air daun Taraxacum officinale menurunkan pertumbuhan dari sel kanker payudara MCF-7/AZ (Sigstedt et al., 2008). Taraxacum officinale juga mampu mengiduksi apoptosis pada sel Hep G2 melalui sekresi TNF α dan IL-1 (Koo et al., 2004). Taraxacum officinale pada konsentrasi 100 dan 1000 mikrogram/ml mempunyai efek sitoktosisitas dan produksi sitokin pada kultur sel hepatoma, Hep G2 dengan menunjukkan penurunan viabilitas sel hingga 26 % serta peningkatan ekspresi TNF-α.dan produksi IL1 (Kim et al., 2000).

Refrensi:



http://rumputobat.blogspot.com/2012/09/tanaman-obat-tanaman-jombang.html